[NAMA KOTA], IKA Smandalin — [SIAPA] mengalami/melakukan [APA] di [MANA] pada [KAPAN]. Kejadian ini bermula saat [MENGAPA/BAGAIMANA] yang mengakibatkan [DAMPAK SINGKAT].
Berdasarkan pantauan di lapangan, [Jelaskan suasana atau detail kejadian secara lebih mendalam]. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul [Waktu Spesifik] WIB.
Menurut keterangan [NAMA NARASUMBER], selaku [JABATAN/OTORITAS], pihaknya menyatakan bahwa [Tuliskan poin penting dari pernyataan narasumber].
"[Tuliskan kutipan langsung dari narasumber secara presisi]," ujar [Nama Narasumber] saat ditemui di [Lokasi Wawancara], [Hari/Tanggal].
Sebagai informasi, [Sebutkan latar belakang peristiwa atau kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya sebagai pembanding]. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi terpantau [Status Terkini].
[Kalimat penutup atau informasi mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh pihak terkait].
( [Inisial Penulis] / [Inisial Editor] )
[Foto - Foto Dokumentasi]
===========================
===========================
Template diatas telah sesuai dengan standar Pers Indonesia (PWI/AJI) dan menggunakan kaidah 5W+1H.
- Judul: Harus mencerminkan isi berita. Di Indonesia, penggunaan kata kerja aktif (misal: "Polisi Tangkap..." bukan "Penangkapan Polisi...") lebih disukai karena terasa lebih dinamis.
- Dateline: Menunjukkan lokasi kejadian atau lokasi di mana berita tersebut dilaporkan. Ini adalah bukti otentikasi bahwa berita Anda kredibel.
- Lead (Teras Berita): Ini adalah bagian paling vital. Pembaca harus sudah tahu inti berita hanya dengan membaca paragraf pertama (unsur Who, What, Where, When).
- Quote (Kutipan): Berita tanpa kutipan dianggap kurang kuat. Pastikan menggunakan tanda petik dua ("...") untuk kutipan langsung dan sebutkan atribusi (nama & jabatan) dengan jelas agar memenuhi unsur check and re-check.
- Inisial: Di bagian akhir, jurnalis biasanya menyertakan inisial nama (misal: /RED atau /ADM) sebagai bentuk tanggung jawab redaksi.
Komentar
Posting Komentar